Sabtu, 12 September 2015

Fenomena Kabut Asap yang Perlu Anda Ketahui



                                          Gambar 1: Kabut Asap di Pontianak
          

                                          Gambar 2 : Kabut Asap di Desa Cepala, Sambas
Oleh: Sahri
Bismillah...
    Sudah beberapa bulan ini di Kalimantan Barat, bahkan di Jawa dan Sumatra telah terjadi kabut asap yang membuat aktivitas sehari-hari manusia terganggu, ada yang sampai-sampai libur sekolah, ada penerbangan pesawat dibatalkan (Baca: Gara-gara Kabut Asap, 33 Penerbangan di Pontianak ditunda) dan yang lebih parah yaitu sesak nafas. Asap tersebut disebabkan oleh kebakaran hutan yang awalnya oleh tangan manusia itu sendiri. Bukankah Allah ta’ala berfirman : “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan  manusia,  supaya  Allah  merasakan  kepada  mereka  sebahagian  dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”(QS 30:41).
     Bagi beberapa orang kabut asap menyebabkan masalah besar yang menyebabkan gangguan kesehatan dan akhirnya banyak orang melakukan aksi membagikan masker kepada masyarakat. Berbagai tanggapan dari masyarakat tentang kabut asap, ada yang pasrah dan menyerah, ada yang menyalahkan pemerintah. Dan ada juga yang kembali lagi dengan petunjuk Allah ta’ala.
     Kebakaran hutan itu juga disebabkan oleh kemarau panjang yang terjadi di Kalimantan dan daerah yang mengalami kebakaran. Ada juga orang yang sampai-sampai berbuat syirik untuk menurunkan hujan. Ada juga yang membuat cara/metode tebak-tebakan dan hanya sia-sia saja atau konsep trial and error. Apakah kita akan terus mencoba dan terus gagal mengatasi masalah ini, padahal Allah ta’ala telah memberikan kita Kitab petunjuk atau pedoman. Semua permasalahan telah Allah berikan solusinya bahkan Allah berfirman bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya, dan setiap permasalahan atau kesulitan pasti ada kemudahan. Tinggal bagaimana kita  berusaha memahami dan mengamalkan al-Qur’an dalam menghadapi masalah tersebut.
     Hujan merupakan berkah dari Allah ta’ala yang mana dengan hujan tersebut Allah menghidupkan tanah yang mati dan menumbuhkan tanaman-tanaman serta sebagai solusi untuk memadamkan kebakaran dan mengendapkan kabut. Kabut merupakan asap hasil pembakaran hutan baik secara sengaja maupun secara tidak sengaja. Pembakaran yang disengaja biasanya untuk membuka lahan pertanian baru dan ada yang lebih parah untuk membuka lahan sawit besar-besaran(Wikipedia.id).
Asap merupakan pertikel padatan dan gas yang tersuspensi dalam udara yang disebut aerosol. Asap mengandung karbon dioksida, karbon monoksida, nitrogen dioksida, nitrogen monoksida dan slfur dioksida (Wikipedia). Selain itu partikel abu yang tersuspensi juga terdapat dalam asap. Asap dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan menyebabkan aktivitas manusia terganggu.
     Ada hal yang lucu dibenak saya ketika saya melihat status di FB yang menyatakan bahwa untuk menurunkan hujan memerlukan wadah air garam yang ditaruh di depan rumah katanya. Akan terjadi evaporasi dan terjadi kondensasi sehingga menghasilkan hujan. Akan tetapi bukankah air garam terbesar yang menghasilkan lebih banyak uap air dan menjadi awan adalah air laut. Air laut setiap hari menghasilkan uap air yang lebih banyak dari pada wadah tadi. Bukankah siklus hidrogenasi sudah terjadi secara alami karena Allah ta’ala menciptakan segala sesuatu dengan seimbang. Tanpa harus mengisi wadah dan menaruhnya di depan rumah. Siklus itu akan terus berputar. Akan tetapi jika kita mengganggu keseimbangan tersebut maka akan terjadi kerusakan seperti ayat di atas.
       Allah ta’ala akan menurunkan hujan karena hanya Allah yang dapat menurunkan hujan. Allah ta’ala berfirman : “Dia-lah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menghidupkan) pepohonan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu. Dia menumbuhkan bagi
kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman, zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (QS 16:10-11).
“Dan bahwasanya: jika mereka istiqomah berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi air (hujan/rezeki) yang banyak.” (QS 72 :16).  
"Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai””. (QS 71 : 10-12)
“Dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu di antara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (daripadanya); maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari (nikmat).” (QS 25 :50).   
“Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih, agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri (tanah) yang mati, dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak. Dan
sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu di antara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (daripadanya); maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari (nikmat).” (QS 25 : 48-80).
Dan oleh sebab itu untuk menurukan hujan kita harus memintanya kepada  Allah ta’ala dengan cara beristighfar dan bertobat atas dosa kita karena kita telah berbuat kerusakan di muka bumi dan kembali beriman kepada Allah. setelah itu kita beramal sholeh dengan cara memperbaiki hubungan dengan manusia dan dengan alam. Dengan cara ini insya Allah akan turun hujan dengan izin-Nya.
     Lantas apa langkah konkrit kita dalam mengatasi masalah ini. Salah solusinya adalah mengikuti petunjuk dari Allah ta’ala dan Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam yaitu dengan cara sholat istisqo. Sholat istisqo adalah sholat sunnah dua rakaat yang dilaksanakan di lapangan terbuka dan juga diadakan khutbah dan doa bersama yang dipimpin oleh imam sholat. Sholat istisqo adalah sholat sunnah yang mulai terlupakan karena banyak diantara kita yang tidak tahu apa itu shalat istisqo. Mungkin karena tidak ada yang mengajarkan dan mungkin juga karena di daerah kita jarang kemarau panjang sehingga kita jarang melaksanakan sholat ini.
      Sebagai penutup tulisan ini saya mengajak kita semua untuk mengadakan sholat istisqo ini secara berjamaah. Karena dengan adanya sholat ini insya Allah akan turun hujan yang lebat dan bisa mengatasi masalah kemarau dan kabut asap. Akan tetapi jika Allah berkehendak tidak menurunkan hujan. Kita jangan sampai berburuk sangka kepada-Nya. Walaupun tidak turun hujan paling tidak kita mendapat pahala dari Allah karena melaksanakan Sunnah Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam yaitu sholat istisqo selain itu kita juga mendapat pahala karena mengajak manusia berdoa kepada Allah ta’ala dan mengajak manusia beramal sholeh/ berbuat baik. Coming Soon In Syaa Allah.
Referensi :
1. Natural Balance: Muhaimin Iqbal
2. Wikipedia.org
 Sabtu,28 Dzulqaidah 1436 H / 12 September 2015 M
@Musholla Al-Fikr FMIPA Untan
#MIPA_Sholat_Istisqo
#FC_AKSI
#Back_To Allah

Jumaat, 4 September 2015

Pelajaran Berharga Dari Semut



Bismillah...
Kuawali tulisanku ini dengan senantiasa bersyukur kepada Allah Ta’ala yang telah mengaruniaiku kemampuan membaca dan menulis. Singkat cerita, di waktu luang saya suka membaca buku-buku online atau ebook dari karya seorang alumnus pesantren dan insinyur pertanian yang bernama Muhaimin Iqbal. Allah memerintahkan kita untuk belajar islam secara menyeluruh dari hal yang paling penting hingga kemasalah pribadi...sebagai contoh kita wajib belajar ilmu tauhid dan fiqih serta ilmu yang lain. Disela –sela belajar ilmu dasar agama, saya suka belajar ilmu kimia namun belum ada buku kimia islami yang saya baca... akan tetapi saat saya browsing internet saya tidak sengaja menemukan situs www.geraidinar.com yang membahas tentang dinar...woow,,, akan tetapi dari situs itu pula banyak yang saya temukan situs lain seperti startupcenter.asia, igrow.com dlssb. Selain itu juga ilmu pertanian dan peternakan yang dibahas secara mendetil dengan menggunakan petunjuk Al-Qur’an.
Satu persatu kutemukan artikel bermanfaat yang menggugah jiwa dan meningkatkan keimanan kepada janji-janji Allah, setelah itu juga kutemukan ebook-ebook yang satu per satu telah selesai  kubaca...Siiip Briliant...ma Syaa Allah
Dari membaca buku berjudul “Natural Balance” setelah buku seperti “Kebun Al-Qur’an”, “Pembibitan Zaitun dengan Micro Cutting” dan “iGrow Project” telah khatam. Nah ketemu sub bab tentang “Pelajaran dari semut” kira-kira begitu. Setelah saya membaca kisah Nabi Sulaiman dan Semut saya tersenyum sebagaimana Nabi Sulaiman tersenyum ketika mendengar pembicaraan semut kepada semut yang lain. Nabi Sulaiman pun bersyukur kepada Allah ta’ala karena diberi kelebihan. Saya juga bersyukur karena bisa merasakan nikmat Allah ta’ala berupa kemampuan dalam membaca, merenungi dan memahami tulisan serta bisa menulis, walaupun tulisan saya masih banyak yang harus diperbaiki seperti EYD dan kata baku.
Melihat gambar tersebut saya tersenyum dan ada juga merasa malu, semut aja bisa kerja sama, semut aja kuat, semut aja giat kerja. Saya malu karena selama ini saya sulit untuk memimpin, sulit untuk kerja keras, sulit untuk kerja sama. Mungkin sampai disini tulisan saya walaupun masih menimbulkan pertanyaan  dan keambiguan.. saya berharap dengan tulisan sederhana ini saya bisa lebih meningkatkan skill menulis saya  dan semoga dengan limu singkta ini para pembaca bisa termotivasi dan bisa berbagi pengalaman sesama manusia. Sekian, syukron karena telah sudi membaca

Donation

would do you like to donation
at paypal email is sahri.sayya@yahoo.co.id

Rating

Pengikut