Gambar 1: Kabut Asap di Pontianak
Oleh: Sahri
Bismillah...
Sudah beberapa bulan ini di Kalimantan Barat,
bahkan di Jawa dan Sumatra telah terjadi kabut asap yang membuat aktivitas
sehari-hari manusia terganggu, ada yang sampai-sampai libur sekolah, ada
penerbangan pesawat dibatalkan (Baca: Gara-gara Kabut Asap, 33 Penerbangan di Pontianak ditunda) dan yang lebih parah yaitu sesak nafas. Asap
tersebut disebabkan oleh kebakaran hutan yang awalnya oleh tangan manusia itu
sendiri. Bukankah Allah ta’ala berfirman : “Telah nampak kerusakan di darat dan
di laut disebabkan karena perbuatan tangan
manusia, supaya Allah
merasakan kepada mereka
sebahagian dari (akibat)
perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”(QS 30:41).
Bagi beberapa orang kabut asap menyebabkan
masalah besar yang menyebabkan gangguan kesehatan dan akhirnya banyak orang
melakukan aksi membagikan masker kepada masyarakat. Berbagai tanggapan dari
masyarakat tentang kabut asap, ada yang pasrah dan menyerah, ada yang
menyalahkan pemerintah. Dan ada juga yang kembali lagi dengan petunjuk Allah ta’ala.
Kebakaran hutan itu juga disebabkan oleh
kemarau panjang yang terjadi di Kalimantan dan daerah yang mengalami kebakaran.
Ada juga orang yang sampai-sampai berbuat syirik untuk menurunkan hujan. Ada
juga yang membuat cara/metode tebak-tebakan dan hanya sia-sia saja atau konsep trial
and error. Apakah kita akan terus mencoba dan terus gagal mengatasi masalah
ini, padahal Allah ta’ala telah memberikan kita Kitab petunjuk atau pedoman.
Semua permasalahan telah Allah berikan solusinya bahkan Allah berfirman bahwa
setiap penyakit pasti ada obatnya, dan setiap permasalahan atau kesulitan pasti
ada kemudahan. Tinggal bagaimana kita berusaha memahami dan mengamalkan al-Qur’an
dalam menghadapi masalah tersebut.
Hujan merupakan berkah dari Allah ta’ala
yang mana dengan hujan tersebut Allah menghidupkan tanah yang mati dan
menumbuhkan tanaman-tanaman serta sebagai solusi untuk memadamkan kebakaran dan
mengendapkan kabut. Kabut merupakan asap hasil pembakaran hutan baik secara sengaja
maupun secara tidak sengaja. Pembakaran yang disengaja biasanya untuk membuka
lahan pertanian baru dan ada yang lebih parah untuk membuka lahan sawit
besar-besaran(Wikipedia.id).
Asap merupakan pertikel padatan
dan gas yang tersuspensi dalam udara yang disebut aerosol. Asap mengandung
karbon dioksida, karbon monoksida, nitrogen dioksida, nitrogen monoksida dan
slfur dioksida (Wikipedia). Selain itu partikel abu yang tersuspensi juga terdapat
dalam asap. Asap dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan menyebabkan aktivitas
manusia terganggu.
Ada hal yang lucu dibenak saya ketika saya
melihat status di FB yang menyatakan bahwa untuk menurunkan hujan memerlukan
wadah air garam yang ditaruh di depan rumah katanya. Akan terjadi evaporasi dan
terjadi kondensasi sehingga menghasilkan hujan. Akan tetapi bukankah air garam
terbesar yang menghasilkan lebih banyak uap air dan menjadi awan adalah air
laut. Air laut setiap hari menghasilkan uap air yang lebih banyak dari pada
wadah tadi. Bukankah siklus hidrogenasi sudah terjadi secara alami karena Allah
ta’ala menciptakan segala sesuatu dengan seimbang. Tanpa harus mengisi wadah
dan menaruhnya di depan rumah. Siklus itu akan terus berputar. Akan tetapi jika
kita mengganggu keseimbangan tersebut maka akan terjadi kerusakan seperti ayat
di atas.
Allah ta’ala akan menurunkan hujan
karena hanya Allah yang dapat menurunkan hujan. Allah ta’ala berfirman : “Dia-lah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit
untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menghidupkan)
pepohonan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu
menggembalakan ternakmu. Dia menumbuhkan bagi
kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman, zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (QS 16:10-11).
kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman, zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (QS 16:10-11).
“Dan
bahwasanya: jika mereka istiqomah berjalan lurus di atas jalan itu
(agama Islam), benar-benar Kami akan memberi air (hujan/rezeki) yang
banyak.” (QS 72 :16).
"Mohonlah
ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya
Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta
dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula
di dalamnya) untukmu sungai-sungai””. (QS 71 : 10-12)
“Dan
sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu di antara manusia
supaya mereka mengambil pelajaran (daripadanya); maka kebanyakan manusia
itu tidak mau kecuali mengingkari (nikmat).” (QS 25 :50).
“Dialah
yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum
kedatangan rahmat-nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang
amat bersih, agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri (tanah) yang
mati, dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk
Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak. Dan
sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu di antara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (daripadanya); maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari (nikmat).” (QS 25 : 48-80).
sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu di antara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (daripadanya); maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari (nikmat).” (QS 25 : 48-80).
Dan
oleh sebab itu untuk menurukan hujan kita harus memintanya kepada Allah ta’ala dengan cara beristighfar dan
bertobat atas dosa kita karena kita telah berbuat kerusakan di muka bumi dan
kembali beriman kepada Allah. setelah itu kita beramal sholeh dengan cara memperbaiki
hubungan dengan manusia dan dengan alam. Dengan cara ini insya Allah akan turun
hujan dengan izin-Nya.
Lantas apa langkah konkrit kita dalam mengatasi
masalah ini. Salah solusinya adalah mengikuti petunjuk dari Allah ta’ala dan
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam yaitu dengan cara sholat istisqo.
Sholat istisqo adalah sholat sunnah dua rakaat yang dilaksanakan di lapangan
terbuka dan juga diadakan khutbah dan doa bersama yang dipimpin oleh imam
sholat. Sholat istisqo adalah sholat sunnah yang mulai terlupakan karena banyak
diantara kita yang tidak tahu apa itu shalat istisqo. Mungkin karena tidak ada
yang mengajarkan dan mungkin juga karena di daerah kita jarang kemarau panjang
sehingga kita jarang melaksanakan sholat ini.
Sebagai penutup tulisan ini saya mengajak
kita semua untuk mengadakan sholat istisqo ini secara berjamaah. Karena dengan
adanya sholat ini insya Allah akan turun hujan yang lebat dan bisa mengatasi
masalah kemarau dan kabut asap. Akan tetapi jika Allah berkehendak tidak
menurunkan hujan. Kita jangan sampai berburuk sangka kepada-Nya. Walaupun tidak
turun hujan paling tidak kita mendapat pahala dari Allah karena melaksanakan
Sunnah Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam yaitu sholat istisqo selain itu kita
juga mendapat pahala karena mengajak manusia berdoa kepada Allah ta’ala dan
mengajak manusia beramal sholeh/ berbuat baik. Coming Soon In Syaa Allah.
Referensi :
1. Natural Balance: Muhaimin Iqbal
2. Wikipedia.org
Sabtu,28 Dzulqaidah 1436 H / 12 September 2015
M
@Musholla
Al-Fikr FMIPA Untan
#MIPA_Sholat_Istisqo
#FC_AKSI
#Back_To Allah

