Jumaat, 4 September 2015

Pelajaran Berharga Dari Semut



Bismillah...
Kuawali tulisanku ini dengan senantiasa bersyukur kepada Allah Ta’ala yang telah mengaruniaiku kemampuan membaca dan menulis. Singkat cerita, di waktu luang saya suka membaca buku-buku online atau ebook dari karya seorang alumnus pesantren dan insinyur pertanian yang bernama Muhaimin Iqbal. Allah memerintahkan kita untuk belajar islam secara menyeluruh dari hal yang paling penting hingga kemasalah pribadi...sebagai contoh kita wajib belajar ilmu tauhid dan fiqih serta ilmu yang lain. Disela –sela belajar ilmu dasar agama, saya suka belajar ilmu kimia namun belum ada buku kimia islami yang saya baca... akan tetapi saat saya browsing internet saya tidak sengaja menemukan situs www.geraidinar.com yang membahas tentang dinar...woow,,, akan tetapi dari situs itu pula banyak yang saya temukan situs lain seperti startupcenter.asia, igrow.com dlssb. Selain itu juga ilmu pertanian dan peternakan yang dibahas secara mendetil dengan menggunakan petunjuk Al-Qur’an.
Satu persatu kutemukan artikel bermanfaat yang menggugah jiwa dan meningkatkan keimanan kepada janji-janji Allah, setelah itu juga kutemukan ebook-ebook yang satu per satu telah selesai  kubaca...Siiip Briliant...ma Syaa Allah
Dari membaca buku berjudul “Natural Balance” setelah buku seperti “Kebun Al-Qur’an”, “Pembibitan Zaitun dengan Micro Cutting” dan “iGrow Project” telah khatam. Nah ketemu sub bab tentang “Pelajaran dari semut” kira-kira begitu. Setelah saya membaca kisah Nabi Sulaiman dan Semut saya tersenyum sebagaimana Nabi Sulaiman tersenyum ketika mendengar pembicaraan semut kepada semut yang lain. Nabi Sulaiman pun bersyukur kepada Allah ta’ala karena diberi kelebihan. Saya juga bersyukur karena bisa merasakan nikmat Allah ta’ala berupa kemampuan dalam membaca, merenungi dan memahami tulisan serta bisa menulis, walaupun tulisan saya masih banyak yang harus diperbaiki seperti EYD dan kata baku.
Melihat gambar tersebut saya tersenyum dan ada juga merasa malu, semut aja bisa kerja sama, semut aja kuat, semut aja giat kerja. Saya malu karena selama ini saya sulit untuk memimpin, sulit untuk kerja keras, sulit untuk kerja sama. Mungkin sampai disini tulisan saya walaupun masih menimbulkan pertanyaan  dan keambiguan.. saya berharap dengan tulisan sederhana ini saya bisa lebih meningkatkan skill menulis saya  dan semoga dengan limu singkta ini para pembaca bisa termotivasi dan bisa berbagi pengalaman sesama manusia. Sekian, syukron karena telah sudi membaca

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Donation

would do you like to donation
at paypal email is sahri.sayya@yahoo.co.id

Rating

Pengikut