Isnin, 31 Ogos 2015

Sapi pun Menjadi Buas











 Oleh: Sahri
Krisis ekonomi di negeri kita seakan terus menghadang kita. Tidak heran jika impor daging semakin meningkat, hal ini di karenakan pertumbuhan masyarakat Indonesia sangat pesat. Dengan pesatnya pertumbuhan populasi manusia mengakibatkan harus tersedianya kebutuhan daging secara cepat. Sapi merupakan binatang ternak yang sebagian dagingnya ada yang di impor dan ada juga yang dipelihara. Sapi dan ternak ruminasia lain pada asalnya atau secara fitrah memakan rumput sebagaimana yang telah Allah firmankan dalam Al-Qur'an dan juga dengan cara digembala. Akan tetapi kerakusan manusia yang ingin mendapat lebih menyebabkan sapi yang awalnya memakan rumput di suply dengan pakan seperti tepung tulang, tepung darah bahkan bahan kimia seperti urea. Memang secara ilmu pengetahuan pakan ini dapat membuat ternak menjadi cepat gemuk karena kandungan protein atau nitrogennya tinggi. Para ulama menjadi pusing untuk menentukan apakah hewan tersebut halal atau haram, karena dalam islam darah adalah haram. Sapi yang semula makan rumput menjadi buas dan kecanduan makan darah. Hewan sekecil nyamuk aja cukup membuat kita terganggu atau bahkan menyebabkan kematian. Bagaimana jika Sapi mengejar manusia dan mengisap darah manusia bahkan mengunyah tulang manusia,,,ihhhhm ngeriiiiii. semua yang diciptakan Allah di muka bumi ini telah seimbang dan sesuai dengan fitrahnya masing-masing. Oleh karena itu Para Nabi mengembalakan domba dan kambing. mengapa tidak mengembala sapi, itu karena domba lebih mudah digembala dan menyebar luas di padang rumput dan kandungan protein dan nutrisi dagingnya juga lebih tinggi dibanding sapi, selain itu kotoron domba memiliki unsur hara yang lebih tinggi dari sapi, sehingga jika digembalakan di kebun akan membuat pohon disekitar daerah gembalaan menjadi subur. Insya Allah.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Donation

would do you like to donation
at paypal email is sahri.sayya@yahoo.co.id

Rating

Pengikut